Punya Asam Urat? Inilah Pantangan dan Anjurannya Untuk Dikonsumsi

Punya Asam Urat? Inilah Pantangan dan Anjurannya Untuk Dikonsumsi

Asam urat adalah kondisi menyakitkan yang mempengaruhi sendi. Anda menderita asam urat saat metabolisme purin Anda (komponen kimiawi DNA yang dibuat dalam tubuh dan ditemukan dalam beberapa makanan dan minuman) keluar dari kilter. Purin dipecah dalam hati, menghasilkan asam urat sebagai produk sampingan. Asam urat memasuki aliran darah, berjalan ke ginjal dan diekskresikan dalam urin. Jika asam urat tidak dapat dibersihkan, kadar asam urat darah meningkat.

Setelah asam urat naik di atas 0,42 mmol / L (milimol per liter), kristal dapat mulai terbentuk di jaringan dan persendian, terutama di jari kaki dan jari. Kondisi ini dapat berujung pada nyeri sendi yang tiba-tiba dan menyiksa, yang disebut serangan asam urat akut. Diet sehat memainkan peran penting dalam mengelola asam urat atau mengurangi risiko penyakit.

Makanan yang tinggi purin atau yang meningkatkan metabolisme asam urat harus dibatasi karena menjadi makanan pantangan asam urat. Sebaliknya, ada juga beberapa makanan yang bermanfaat untuk dikonsumsi oleh penderita asam urat.

Pantangan Asam Urat dari Makanan yang Harus Dihindari :

  1. Daging dan Makanan Laut

Asupan daging merah yang tinggi (termasuk hati, ginjal dan jeroan lainnya) dan makanan laut (kerang, kerang, kerang, herring, mackerel, sarden dan ikan teri) berhubungan dengan risiko yang lebih besar akan asam urat karena kandungan purin yang tinggi dan dampaknya terhadap produksi asam urat. Makanan yang mengandung ragi, seperti Vegemite dan Marmite, juga kaya akan purin.

  1. Gula

Fruktosa adalah “gula sederhana” yang ditemukan dalam madu, buah, beberapa sayuran dan pemanis. Fruktosa meningkatkan metabolisme purin, meningkatkan kadar asam urat darah. Hindari pemanis yang mengandung fruktosa tinggi seperti madu, gula merah, sirup jagung fruktosa tinggi, sirup emas, dan gula aren.

Kadar asam urat cenderung lebih tinggi pada orang yang secara teratur mengonsumsi minuman manis. Mereka yang minum satu atau dua minuman ringan yang dimaniskan dengan gula sehari, hampir dua kali lipat terkena asam urat dibandingkan mereka yang minum hanya satu bulan sekali.

  1. Alkohol

Minuman alkohol menjadi pantangan asam urat selanjutnya. Bir mengandung banyak purin dan meningkatkan asam urat. Efek minuman beralkohol tertentu pada kadar asam urat darah bervariasi. Orang yang non-peminum telah terbukti memiliki kadar asam urat lebih rendah daripada mereka yang minum bir atau alkohol. Semakin banyak mereka minum, semakin tinggi kadar asam urat mereka. Dalam sebuah meta-analisis dari 17 studi yang melibatkan 42.000 orang dewasa, risiko relatif asam urat untuk mereka dengan asupan alkohol tertinggi hampir dua kali lipat dibandingkan dengan bukan peminum atau peminum sesekali.

Anjuran Makanan Untuk Dikonsumsi Lebih Banyak

  1. Ceri

Komponen bioaktif dalam ceri menurunkan produksi asam urat di hati dan meningkatkan ekskresi melalui ginjal. Mereka juga memiliki sifat anti-inflamasi. Ceri memberikan banyak manfaat. Dalam sebuah penelitian yang diikuti oleh 633 penderita asam urat selama setahun, mereka yang telah makan buah ceri dalam beberapa hari terakhir memiliki kemungkinan 35% lebih kecil untuk mengalami serangan asam urat akut daripada mereka yang tidak.

  1. Susu

Susu tidak menjadi pantangan asam urat, melainkan susu bisa meningkatkan ekskresi asam urat. Minum dua atau lebih gelas susu setiap hari, terutama dari lemak yang dikurangi dan susu skim, memberikan risiko asam urat 42-48% lebih rendah dibandingkan dengan kurang dari satu gelas.

  1. Kopi

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa kopi dikaitkan dengan risiko asam urat yang lebih rendah. Kopi bersifat diuretik dan karenanya meningkatkan produksi urin. Asam klorogenik kopi meningkatkan ekskresi asam urat, sedangkan xanthines kimia menurunkan produksi asam urat.

Sebuah penelitian selama 12 tahun terhadap lebih dari 45.000 pria menemukan bahwa mereka yang minum empat atau lebih cangkir kopi sehari memiliki risiko 40-60% lebih rendah terkena asam urat daripada mereka yang tidak minum kopi. Menariknya, bahkan meminum kopi tanpa kafein pun berisiko lebih rendah terkena asam urat.

  1. Vitamin C

Sebuah ulasan besar dari 13 studi menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C (sekitar 500 mg sehari selama sekitar satu bulan) menyebabkan sedikit penurunan asam urat darah 0,02 mmol / L. Tapi sebelum Anda mulai mengonsumsi vitamin C sebaiknya anda mengetahui bahwa : asupan tinggi meningkatkan risiko batu ginjal.

Sumber :

http://theconversation.com

https://www.aafp.org